Viral Perjuangan Pengemudi Gojek Lulus Cumlaude di Undip, ayah yang tidak sehat dan pencapaian yang diukir secara nasional.

Kisah perjuangan seorang tukang ojek online (gojek) untuk menjadi lulusan terbaik (cumlaude) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang viral di media sosial. Leony Sondang Suryani (22 tahun), nama pengemudi dari Gojek telah lulus kumulatif dan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,67. Tidak hanya membawa cumlaude, pengemudi ojek wanita ini juga mengukur prestasi yang indah untuk kampusnya.
Inilah fakta-fakta tentang Leony Sondang Suryani!
1. Viral di Twitter
Kisah perjuangan Leony Sondang Suryani pertama kali diunggah ke Twitter oleh akun @gizayeolsung. Melalui akunnya, ia mengunggah informasi tentang seorang siswa terkemuka, bernama Leony Sondang Suryani (22), yang berhasil lulus di kampus. Khotbah Leony berhasil disampaikan oleh Leony, di tengah-tengah perjuangannya untuk menyelesaikan kuliah, sambil bekerja sebagai pengemudi ojek online. Juga dikatakan tentang sosok Leony, yang akrab dipanggil Lele, mewakili almamaternya dalam serangkaian kontes debat. Tanggapan dan komentar positif sesuai dengan unggahan @ gizayeolsung.
Rangkaian tweet, hingga Jumat (8/9/2019) di pagi hari, telah menerima 41.000 “suka” dan telah didistribusikan kembali oleh hampir 30.000 akun Twitter.
2. Menjadi driver ojek online sejak semester 5
Ketika dihubungi langsung melalui telepon, Leony mengkonfirmasi kisah viral-nya di media sosial.
Kelas mahasiswa dari Departemen Hukum dan Masyarakat Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, Semarang, 2015 ini telah menjadi mitra aktif Gojek sejak semester ke-5.
Leony, dari Bogor, mengakui dia bekerja sebagai supir ojek online untuk mendapat uang tambahan karena ayahnya dalam kondisi kesehatan yang buruk.
“Jika saya sebenarnya dari Gojek, selain mengurangi, setidaknya saya tidak meminta banyak uang ekstra untuk kegiatan kampus atau kompetisi,” kata Lele, berbagi ceritanya, Jumat (8/8/2019) di pagi hari.
Selain membantu keuangan, bekerja sebagai tukang ojek online juga digunakan sebagai lele sebagai tempat menempa mental.
“Tapi ya, di sisi lain, saya melihat ini sebagai cara untuk melatih saya untuk memiliki mental yang kuat, itu saja,” katanya.
3. Partisipasi aktif dalam kontes debat
Lele telah aktif terlibat dalam diskusi kampus sejak dia masih menjadi mahasiswa di Undip.
“Persaingan untuk debat hukum dari awal semester … Jadi, di tingkat kampus, pertama, itu terus turun
di tingkat nasional, kata Lele.
Dia mengklaim bahwa dia terlibat dalam kompetisi debat yang mewakili kampusnya dalam 3 kejuaraan yang diadakan selama 3 tahun
baris.
“Jika Anda benar-benar mengikutinya 3 tahun berturut-turut untuk mengambil 3 balapan, tetapi pemenangnya adalah tahun
2017 akan sama di 2018, “katanya.
Salah satu kompetisi yang dimenangkan oleh Lele dan tim adalah Kompetisi Debat Konstitusi Mahasiswa
tingkat nasional pada tahun 2018.
Tim Undip yang terdiri dari 3 siswa, salah satunya, Leony, berhasil mengadakan kompetisi dan pergi
sebagai juara I.
4. Cumlaude
Juga di bidang akademik, Leony berhasil menyelesaikan studinya di departemen yang disebut Possession
miliki tingkat kesulitan Anda dengan cepat dan dapatkan predikat cumlaude.
“IPK 3,67”, jawabnya sambil terkekeh ketika ditanya tentang indeks prestasi yang didapatnya.
Untuk melakukan semua kegiatannya, Lele berpendapat bahwa dia harus cerdas dalam mengatur waktu.
berita viral terupdate bisa bekerja dengan baik.
“Bagi saya, jika, misalnya, kuliah di pagi hari, hari itu menarik. Jika kuliah di sore hari, itu akan menarik di pagi hari. Ya, pasti
seseorang akan berkorban. Jadi, misalnya, waktu seperti ini (padat), jadi Anda bisa keluar
berkurang. Jadi kita bisa melihat apa prioritasnya, “katanya.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*